Jakarta, internewstoday.com – Adanya pembiaran berdirinya lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah akses jalan Raya pedemangan di Jakarta Utara berdampak kesemerawutan dan pemicu terjadinya banyak gubuk PKL.
Menjamur keberadaan para PKL dibeberapa wilayah di Kota Jakarta Utara semakin marak, dan terlihat semakin semerawut dan kurang tertib, pada hal dimasa-masa sedang melakukan upaya penertiban di wilayah.

Yang paling disayangkan adalah “Tidak terlihat ada Pengawasan dan Penertiban dari Instansi Terkait”, dari hasil pemantauan Media dibeberapa wilayah seolah olah Aparat kurang peduli lagi, Rabu (22/11/2023)
Apa lagi terhadap pengawasan teradap parah PKL atau memang sudah lelah, hal ini menjadi perhatian dari beberapa pengunjung PKL yang masih mengeluhkan kondisi seperti ini.
Seperti terlihat di jalan Raya pedemamga 4 pedemangan timur di belakang kantor kelurah Timur di jalan Raya budi mulya pedemangan barat di jalan raya lodan ancol.Pembiaran ini justru dimanfaatkan PKL-PKL untuk berdiri.
Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan dagangannya di Jalan raya pedemangan Timur Kelurahan pedemangan Timur Kecamatan pedemangan Jakarta Utara warga mengingat PKL itu membuat kumuh dan bisa menimbulkan membuat gubuk liar PKL.

Maraknya Para PKL itu selain melanggar Perda No 8 Tahun 2007, tentang Ketertiban Umum juga membuat kemacetan dan kumuh, setidaknya ada PKL di jalan raya budi Mulya pedemangan barat.
Pantauan di lapangan para PKL yang ada di jalan tersebut rata-rata menjual makanan dan minuman ringan. “Para pedagang yang jelas sangat mengganggu ketertiban umum dan keindahan kota.
Selain itu juga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas. Warga minta Bapak PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan jajarannya untuk dapat menertibkan pedagang kaki lima yang melanggar ketentuan.
Para PKL yang ada di wilayah pedemangan di Jakarta Utara menjadi ungu dan semrawut membuat kemacetan. Keberadaan para PKL yang nantinya akan semakin Semrarut Ketua Dewan kota jakarta utara sidik mempertanyakan kinerja Lurah dan Pol PP wilayah. (Tim Red).











Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.