DPN Jamkeswatch FSPMI Bersama BPJS Kesehatan Wilayah V Jawa Barat, Bahas 12 Permasalahan Program JKN

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, internewstoday.com – DPN Jamkeswatch FSPMI mengadakan audiensi dengan Kepala Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan Jawa Barat, Siswandi, di kantor BPJS Kesehatan, Jl. Dr. Djunjunan, Bandung, Pada Senin, (08/10/2024).

Dalam pertemuan ini, hadir perwakilan dari DPN Jamkeswatch FSPMI yang dipimpin oleh Sekjen DPP FSPMI, Sabilar Rosyad, serta Direktur Jamkeswatch, Tommy Juniannur, bersama jajaran pengurus lainnya.

Siswandi, dalam sambutannya, menyoroti peran penting Jamkeswatch sebagai mitra masyarakat dalam membantu akses terhadap layanan kesehatan. “Ada juga masyarakat yang kebingungan ketika ingin mendapatkan layanan, dan di tengah kesulitan mereka, Jamkeswatch hadir membantu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kunjungan Kapolda Jabar Dalam Rangka Pemantauan Vaksinasi Massal di Bogor

Usai Sambutan Sekjen DPP FSPMI dan Direktur Jamkeswatch FSPMI, Pada audiensi ini, pihak DPN Jamkeswatch FSPMI, yang disampaikan oleh Sekretaris DPN Jamkeswatch, Heri Irawan, menyampaikan sejumlah permasalahan terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Heri memaparkan 12 isu utama yang dihadapi baik dari segi kebijakan maupun implementasi di lapangan. Beberapa poin krusial yang disampaikan antara lain:

  1. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) – Kekhawatiran bahwa KRIS dapat mengurangi manfaat layanan bagi peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) dan adanya potensi kenaikan iuran bagi peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) kelas 3.
  2. Aplikasi Mobile JKN – Kendala teknis yang sering dihadapi oleh peserta saat menggunakan aplikasi, yang berdampak pada akses layanan kesehatan.
  3. Pelayanan di Fasilitas Kesehatan – Berbagai keluhan terkait kualitas pelayanan yang diterima peserta JKN di fasilitas kesehatan, yang dianggap perlu perbaikan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta.
  4. Kepesertaan UHC Kab/Kota di Jawabarat.
Baca Juga :  Wamendagri Bima Serahkan Kado Istimewa Dokumen Kependudukan Bayi Lahir 25 Desember

Acara audiensi dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab antara kedua belah pihak. Audiensi ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam memperbaiki pelaksanaan Program JKN agar lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Hdr).

Berita Terkait

Kapolda Jabar Berikan Program MBG Anggota Tetap Prima, Bid Humas Polda Jabar Ucapkan Terimakasih 
Hari Adat Internasional Ke 39 Tahun, Padepokan Kawargian Abah Alam Berperna Aktif Mensosialisasikan Budaya Adat Pusaka Kujang
Polda Jabar Tangkap 36 Premanisme dan 109 Ganggu Ketertiban Dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025
Jamkeswatch FSPMI Dan PWRI Bogor, Beri Masukan Konkret Penyempurnaan Layanan Program UHC Kabupaten Bogor
Wamendagri Bima Apresiasi Keberadaan Apeksi Sebagai Ruang Komunikasi Nyaman Bagi Wali Kota
Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Cabang Leuwiliang, Aliwaris Menerima 42 Jt Di Desa Tajurhalang Bogor
Kepala Daerah Antusias Ikuti Senam Pagi pada Hari Kedua Retreat Pembekalan di Magelang
Peserta Retreat Magelang Semangat Olahraga Pagi, Mendagri Tito Ikut Senam Pagi Bersama
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 13:45 WIB

Kapolda Jabar Berikan Program MBG Anggota Tetap Prima, Bid Humas Polda Jabar Ucapkan Terimakasih 

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:25 WIB

Hari Adat Internasional Ke 39 Tahun, Padepokan Kawargian Abah Alam Berperna Aktif Mensosialisasikan Budaya Adat Pusaka Kujang

Jumat, 9 Mei 2025 - 15:11 WIB

Polda Jabar Tangkap 36 Premanisme dan 109 Ganggu Ketertiban Dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025

Jumat, 25 April 2025 - 16:01 WIB

Jamkeswatch FSPMI Dan PWRI Bogor, Beri Masukan Konkret Penyempurnaan Layanan Program UHC Kabupaten Bogor

Rabu, 16 April 2025 - 10:20 WIB

Wamendagri Bima Apresiasi Keberadaan Apeksi Sebagai Ruang Komunikasi Nyaman Bagi Wali Kota

Berita Terbaru