Jakarta Utara, internewstoday.com – Sejumlah titik di Kota Jakarta Utara kembali dijejali para Pedagang Kaki Lima (PKL). Dari pantauan Media mereka mulai membuka dagangannya, salah satu titik terdapat di jalan Raya Rorong 104 RBU Koja tepatnya didepan samping rumah sakit koja, Rabu (04/10/2023).
Walaupun kebanyakan adalah pedagang Makanan dll tetapi hal ini tentu akan mempengaruhi penilaian Adipura yang sementara digalakan pemerintah kota.jakut Selain para pedagang Makanan DLL. pedagang kuliner juga telah mulai bermunculan, misalnya di lamik senter tugu utara dan beberapa lokasi pun terlihat para pkl.
Seperti terlihat di jalan Raya Kelapa dua cilincing kalibaru di belakang kantor kelurah kalibaru di jalan Raya pegangsan dua di jalan Sindang terusan RBU di jalan budi mulya pedemangan barat di kolong Tol Tanjung Priok Warakas.
Di jalan kelapa dua Cilincing Kalibaru jalan Raya Pademangan Timur kolong Tol Kemayoran jalan kebon bawang gorongtalo 1 di Jalan Kramat Jaya Tugu, Simpang Lima Semper.
Jalan Raya Kapuk Muara (jembatan DHI), Jalan Warakas, Jalan Buleverd Gading Raya (BGR) Gading Timur dan Jalan Sungai Landak, Cilincing di jalan pegangsan dua Di sepanjang Jalan Kramat lamik Center.
Sepanjang Jalan warakas pasar Bahari Di jalan kelapadua cilincing di jalan bkt marunda Rorotan jalan Bendukan Melayu RBS di Jalan Kebantenan Semper Timur Pembiaran ini.
Namun kembalinya para PKL ditanggapi berbeda beberapa pengunjung. Deretan lapak yang telah beroperasi kembali dianggap membuat pemandangan tak sedap dan kotor dan kumuh.
“Seharusnya pemerintah bertindak tegas dan cepat sebelum lebih banyak lagi pedagang berjualan di Kota Manado,” ujar warga Taas bernama Olivia Tumiwuda yang mengaku sering mengamati para PKL di beberapa tempat, Selasa (03/10/2023) kepada wartawan.
Dewan kota jakut Sidik Jelang peniaian Adipura masih ada wilayah yang kumuh dan sampah berserakan akibat warga yang membuang sampah sembarangan,
Belum lagi maraknya PKL mau penilaian adipura Wilayah utara semrawut. (Wbo).










