Jakarta, Internewstoday.com – Dr. Agustin Teras Narang S.H Anggota DPD RI 2019-2024 juga Wakil Ketua Pembina YUKI mengatakan, Kepemimpinan menjadi satu elemen penting dalam menghasilkan keunggulan organisasi dan pencapaian tujuan bersama.
“Saya menerjemahkan konsep Servant-Leadership dalam konteks lokal Kalteng dengan nama Kepemimpinan Humabetang, yang cirinya antara lain humanis, maju, berani jujur, dan tanggung jawab,” ujar Dr. Agustin Teras Narang S.H.
Sebagai pembicara dalam webinar Leadership Lecture Series 2022 dengan tema “Merajut Kepemimpinan di Tahun Kolaborasi Menuju UKI Unggul” yang digelar oleh Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) bekerja sama dengan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama, Pada Rabu (2/3/2022).
Menurut pandangan Teras Narang, dimana ciri-ciri humanis berarti fokus pada pengembangan dan kesejahteraan sumber daya manusia (SDM) dalam semangat kebersamaan.
Kedua, maju, berarti membawa orang lain dan lingkungan untuk berkolaborasi menuju kemajuan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ketiga, berani Jujur berarti memiliki keberanian dalam menjaga serta mengembangkan integritas dalam pekerjaaan. Sementara ciri keempat, yakni tanggung jawab adalah sikap memiliki tanggung jawab terhadap peran yang diamahkan, urainya.
Kata Wakil ketua Pembina YUKI, melihat ciri kepemimpinan humabetang ini terinspirasi dari 10 karakter servant-leadership yang diungkap oleh Larry Spears yang merupakan pemimpin Larry C. Spears Center for Servant-Leadership, Inc, sebuah lembaga yang fokus pada pengembangan konsep kepemimpinan yang melayani.
Dibeberkan Teras Narang, dalam pandangan Larry, ciri kepemimpinan yang melayani antara lain, mendengarkan, berempati, memulihkan, membawa kesadaran, persuasif, konseptualisasi, visioner, penatalayanan, berkomitmen pada pengembangan orang lain, dan membangun komunitas.
“Saya ingat nilai dan moto dari UKI yakni “melayani, bukan dilayani”. Ini yang menjadi bagian dari sikap tindak keluarga besar UKI. Itu menjadi pedoman bagi saya pula dalam menjalankan kepemimpinan,” ungkapnya.
“Semoga kepemimpinan yang melayani atau sevant-leadership, menjadi bagian dari kepemimpinan tiap organisasi bangsa Indonesia. Sehingga dengan demikian, upaya perbaikan bangsa dapat tercapai lewat peran-peran kepemimpinan kita,” tutupnya. (hr/lian).










