Kota Depok, Internewstoday.com – Kontroversi tentang pemberlakuan sistem Ganjil Genap yang diberlakukan Pemkot Depok mulai Sabtu 4/12/2021 dan Minggu 5/12/2021 mulai pukul 12.00 – 18.00 pada jalur jalan pusat Kota Depok lalu, dinilai sebagai hal biasa yang terjadi dimasa transisi pemberlakuan program kerja oleh H.Imam Musanto.S.Pd.M.M anggota DPRD Kota Depok Komisi A Fraksi PKS, dan mengajak semua pihak untuk selalu berfikir positif, karena setiap kebijakan yang diberlakukan Pemerintah pastinya berdasar pada kebaikan kehidupan bersama.
Politisi PKS yang super aktif ini mengatakan, bahwa pemberlakuan Gage di Kota Depok adalah sebagai upaya Pemkot Depok dalam melakukan filterisasi bagi kendaraan roda empat, yang mempunyai banyak sisi positif bagi kehidupan masyarakat Kota Depok.
“Menilai suatu program kerja yang baru diberlakukan, idealnya kita wajib mendahulukan sportifitas berfikir terlebih dahulu. Agar tidak terjadi upaya pembiasan tujuan kebaikan bagi kepentingan bersama.
Dalam hal pemberlakukan Gage dijalan utama Kota Depok pada intinya, adalah upaya Pemerintah Kota dalam mengimplementasikan wujud nyata tujuan menghindari ‘Global Warming’ pada area jantung Kota Depok”, ujar H.Imam Musanto, Senin (06/12/2021).
“Intinya aturan Gage tersebut berfungsi membatasi kendaraan roda empat yang berkontribusi besar menyebabkan polusi udara pada area jantung Kota. Jadi, dampak positif dari pemberlakukan Gage ini akan berpengaruh besar pada sisi kehidupan bersama, sesuai dengan tujuan utamanya”, ucap Ketua Perbakin Kota Depok.
H. Imam Musanto mengakui, bahwa aturan Ganjil Genap bisa mengurangi jumlah kendaraan sebesar 50 persen pada area pusat Kota Depok, yang berefek nyata pada kelancaran lalu lintas tengah Kota.
“Saya sendiri mengalami saat melintas di jalan raya Margonda pukul 12.30 kemarin, dan ternyata cukup efektif tidak terlalu macet seperti pada hari Sabtu – Minggu biasanya, terlebih pada tanggal – tanggal muda seperti kemarin”, ungkapnya.
Secara logika menurutnya, sistem Gage membuat jumlah kendaraan dibagi menjadi dua yakni: hari ini ganjil besoknya genap. Secara otomatis akan mereduksi jumlah kendaraan roda 4 menjadi 50 persen, dan ini adalah angka yang cukup signifikan dalam mengurangi kemacetan pada wilayah pusat Kota.

“Kita hanya perlu menyesuaikan pola pergerakan dan perjalanan melalui rute-rute yang tidak diberlakukan ganjil genap. Dengan begitu kita telah menciptakan dampak sosial positif secara bergotong-royong, untuk meningkatkan kualitas layanan Kota yang ramah lingkungan secara lebih efisien, dan meningkatkan efektivitas interaksi tanpa harus bermacet-macetan”, tambahnya.
Lebih lanjut Ulama kharismatik ini juga mengatakan, bahwa kebijakan Ganjil Genap diharapkan dapat membantu mengurangi polusi udara di area pusat Kota Depok secara signifikan, terutama yang disebabkan oleh emisi gas buang yang berasal dari knalpot-knalpot kendaraan bermotor.
“Awal aturan diterapkan tentunya akan ada sikap resistensi pro dan kontra. Namun, aspek positif dari sistem ini akan membangun kultur yang menarik yaitu: masyarakat akan memahami, bahwa perbandingan antara pilihan naik kendaraan pribadi atau angkutan umum itu bisa memberikan pengaruh yang signifikan bagi kenyamanan masyarakat”, imbuhnya.
“Selain mengurangi populasi kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan, Gage juga akan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, yang kerap menyebabkan polusi udara. Saya mengajak semua elemen masyarakat Kota Depok untuk ikut serta membangun Kota Depok ini, dengan berfikir positif dan objektif dalam menilai, karena dengan selalu berfikir positif maka kita akan segera berhasil membangun tanah kelahiran secara elegant”, pungkasnya. (hdr/Arifin).











Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.