Jakarta Utara, internewstoday.com – Adanya Pembiaran PKL Hampir di sepanjang Jalan Sungai Landak Cilincing Kecamatan Cilincing dipadati oleh pedagang kaki lima (PKL). Sebagian besar dari mereka menjajakan dagangan dengan gerobak. Hal ini membuat kondisi jalan kian sempit dan kerap menyebabkan kemacetan parah saat jam-jam sibuk.
Pantauan Media tampak puluhan pedagang kaki lima (PKL) terlihat berjualan di sisi Jalan Raya Sungai Landak Cilincing. Tak jarang, saat pagi maupun siang hari, pengendara motor maupun mobil kerap terjebak macet ketika melintasi jalan protokol tersebut. ’
’Kalau jemput anak, jalanan bisa macet Kita orang tua yang jemput mau nunggu tapi akhirnya berdesakan sama PKL, karena nggak ada tempat tunggu,’’ papar Miarsih, salah satu wali murid sekolah swasta yang berlokasi di Sungai Landak Cilincing, ucapnya Senin (22/01/2024).
Sejumlah PKL lainnya juga menggelar lapak dagangannya di atas trotoar yang harusnya digunakan oleh pejalan kaki. Hal ini membuat, pejalan kaki tak dapat menikmati akses trotoar dan lebih memilih berjalan di pinggir jalan yang dapat mengancam keselamatan mereka.
’’Yang jengkel itu kan kalau jam-jam antar anak sama pas pulang sekolah. Rawan senggol-senggolan itu, apalagi saat hari Senen Jalannya ramai dan macet karena sempit banyak PKL yang jualan,’’ keluhnya.
Maraknya Para PKL itu selain melanggar Perda No 8 Tahun 2007, tentang Ketertiban Umum juga membuat kemacetan dan kumuh, setidaknya ada PKL di jalan raya Sungai Landak Cilincing .
Warga minta Bapak PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan jajarannya untuk menertibkan pedagang kaki lima yang ada di wilayah Jakarta Utara menjadi ungu dan semrawut membuat kemacetan jangan duduk manis di belakang meja aja.” (TIM)










