GMAK, Adanya Dugaan Korupsi di Pelabuhan Kelas II Benete Aparat Jangan Lemah

- Jurnalis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Barat, internewstoday.com – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Sumbawa Barat, menyebut pengusaha keturunan China, Taipan mengaku bisa mengendalikan proses hukum yang ditangani aparat Kepolisian.

“Ada oknum pengusaha Taipan yang mengaku dekat dengan Pejabat di Polda dan mampu mengendalikan proses hukum terhadap dugaan korupsi kebocoran pajak negara yang melibatkan oknum kepala Syahbandar, di pelabuhan kelas II Benete, Batu Hijau,” kata, ketua GMAK, Gusty Lanang Medyar, di Taliwang, Ibu kota Sumbawa Barat, Jum’at (08/12/2023).

Oknum pengusaha taipan tersebut, disebut berinisial, BA, yang berdomisili di Sumbawa Besar. Gusty mengatakan, oknum pengusaha tersebut merupakan pemain lama di dunia bongkar muat pelabuhan. Usaha bongkar muat dan trackingnya menyasar pelabuhan Benete, Badas hingga Nusa Tenggara Timur.

Informasi soal pengakuan diduga oknum ini, menurut Gusty, disampaikan langsung saat pertemuan dengan perwakilan GMAK beberapa kali. Pengusaha ini mengaku terganggu dengan aksi GMAK di Pelabuhan Benete, yang justru menuntut dihilangkannya monopoli dan proses hukum atas kepala Syahbandar.

Baca Juga :  Kejaksaan KSB Bukan Institusi Eksklusif

GMAK memperingatkan seluruh insitusi penegak hukum untuk menjaga Marwah. Aparat kepolisian menurutnya institusi yang indeks persepsi kesukaan masyarakat mulai membaik. Jadi, tidak perlu dikotori dengan fitnah dan issue oknum pemodal taipan yang menyesatkan.

Sebelumnya Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harap saat dikonfirmasi wartawan mengaku masih menyelidikan kasus dugaan korupsi di KUPP Benete. Pihaknya bahkan tengah mengumpulkan dokumen serta bahan keterangan termasuk memanggil pihak pihak terkait.

“Kita masih terus pulbaket Mas. Pemeriksaan dokumen dan meminta keterangan,” kata, Yasmara kepada wartawan, via WhatsApp, Kamis (07/12/2023) lalu.

GMAK menurut Gusty Lanang, sebagai aliansi masyarakat sipil di Sumbawa Barat tengah memperjuangkan keseimbangan akses pengusaha lokal. Utamanya usaha bongkar muat dipelabuhan di KUPP Benete. Usaha bongkar muat, keagenan dan transportasi bongkar muat kapal di monopoli oknum pengusaha Taipan dengan bekerja sama oknum kepala Syahbandar setempat.

“Modusnya mereka oknum pengusaha Taipan dan oknum kepala Syahbandar setempat membuat badan usaha yang berbeda beda. Mengatas namakan lokal, namun pemodal dan pengendalinya satu. Jadi pengusaha lokal yang asli lambat laun tidak kebagian pekerjaan. Mereka monopoli semua potensi sesama mereka. Ini yang kita perangi,” tandasnya.

Baca Juga :  Kajati NTB Tinjau Infrastruktur Pendampingan Kejaksaan di Sumbawa Barat

Gusti menegaskan, aksi demonstrasi dua jilid yang dilakukan aliansi LSM, beberapa waktu lalu sejatinya menuntut dihentikan monopoli oleh oknum pengusaha Taipan ini serta segera memproses hukum dugaan korupsi kebocoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penyewaan seluruh aset negara di KUPP Benete.

Bukti dan laporan telah dilayangkan kepada Kepolisian Sumbawa Barat. Bahkan penyidik satuan kriminal khusus Polda NTB telah diterjunkan memeriksa dokumen di KUPP setempat.

“Kita minta Kapolda NTB mengatensi ulah oknum pemodal Taipan ini yang semaunya mengendalikan usaha dan mengaku bisa mengendalikan aparat bahkan kasus. Kita dukung Kapolres Sumbawa Barat untuk segera gelar perkara dan menaikkan kasus korupsi yang melibatkan kepala Syahbandar ke Penyidikan,” demikian, Gusti. (Amr).

Berita Terkait

Mafia Tanah di KSB, Warga Lapor Bupati dan Kadis PU Ke Kejati
Gelar Jumat Bersih Gotong Royong Bersama Warga Bhabinkamtibmas Polsek Buer
Kapolres Sumbawa Resmikan Pembukaan Dojang RBC Taekwondo Polres Sumbawa
Bhabinkamtibmas Jurumapin Gotong Royong Bersama Warga Perbaiki Jalan
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Di Alas Ikut Menggali Kuburan Untuk Makam Warga Binaan
Kejaksaan KSB Bukan Institusi Eksklusif
MPC PP Bersih Keras Blokade Fasilitas Waskita
Kajati NTB Tinjau Infrastruktur Pendampingan Kejaksaan di Sumbawa Barat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:20 WIB

Mafia Tanah di KSB, Warga Lapor Bupati dan Kadis PU Ke Kejati

Sabtu, 6 Juli 2024 - 20:20 WIB

Gelar Jumat Bersih Gotong Royong Bersama Warga Bhabinkamtibmas Polsek Buer

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:59 WIB

Kapolres Sumbawa Resmikan Pembukaan Dojang RBC Taekwondo Polres Sumbawa

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:45 WIB

Bhabinkamtibmas Jurumapin Gotong Royong Bersama Warga Perbaiki Jalan

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:37 WIB

Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Di Alas Ikut Menggali Kuburan Untuk Makam Warga Binaan

Berita Terbaru