Adanya Pembiaran Pak Ogah Di Jakut Bikin Macet

- Jurnalis

Kamis, 30 November 2023 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, internewstoday.com – Keberadaan para pak ogah membuat para supir dan penguna jalan terasa kesal. Sebab maraknya para Pak ogak yang meminta sejumlah uang kepada setiap pengendara terutama mobil boks, truk dan kontainer yang melintas di Sepanjang Jalan Raya Cilincing Tanah Merdeka, jalan kebon baru semper Barat Plumpang, Semper, Simpang Lima Semper Koja, Jalan Raya Cacing, Jalan Raya Sunter dan Jalan Arteri Marunda dikeluhkan.

Pasalnya, selain pengedara untuk memberikan uang keberadaan juga menimbulkan kemacetan hingga panjang.

Untuk itu pengendara dan warga yang melintas di sekitar lokasi berharap kepada aparat segera menertibkan. Sebab keberadaannya para Pak ogah terutama pagi dan sore hari menjelang malam selalu banyak dan rata-rata anak-anak di bawah umur.

Baca Juga :  Mendagri Minta Kepala Daerah Lakukan Langkah Strategis Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

“Kepada Bapak polisi, maupun Dishub dan Satpol PP dan jajarannya, Kasudin Sosial Jakarta Utara dan jajarannya. Mohon tertibkan pak ogah yang kerap meresahkan ini, karena sangat mengganggu pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki, terutama pada karyawan atau karyawati yang pulang malam hari karena rawan pemalakan dan penjambretan” kata Sari (34) thn Warga Kebon Baru, Semper Barat, Rabu (29/11/2023).

Bukan hanya itu, situasi macet yang ada di sepanjang jalan Cacing sangat diresahkan pak ogah bukan cuma meminta-minta kepada pengendara terutama truk, kontainer dan mobil boks mereka tidak segan-segan memaksanya.

Baca Juga :  Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, Ucapkan Hari Pers Sedunia

Idrus (43) thn, sopir kontainer juga mengaku sangat resah dengan keberadaan mereka. Sebab banyaknya Pak Ogah ini bukan membuat arus lalulintas lancar tapi malah membuat macet.

“Mereka itu rata-rata anak-anak di bawah umur meminta uang dengan cara bergerombol. Keberadaan mereka sudah lama tapi sampai sekarang belum ada tindakan dari aparat terkait,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Ali Mulana Walikota Jakarta Utara berjanji akan menindak lanjuti keluhan warga ini ke instansi Sudin Sosial dan Satpol PP, agar keberadaan pak ogah ini ditertibkan lalu diberikan pembinaan.

“Kita akan teruskan aspirasi warga ini ke Sudin terkait untuk segera ditindak lanjuti ” ujarnya. (Tim/Red).

Berita Terkait

Mendagri Terbitkan SE Penggunaan Bantuan Keuangan dan Pergeseran Anggaran Pada Daerah Bencana
Wamendagri Bima Dorong Para Pemimpin Daerah Bangun Ekosistem Layanan Publik
Rapat Bersama DPR, Kemendagri Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Program Strategis Nasional
Mendagri dan Mensos Bahas Integrasi Layanan Puskesos Dengan Posyandu
Inflasi Tercatat 2,86 Persen, Wamendagri Bima Arya Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Lakukan Pengendalian
Mendagri Minta Kepala Daerah Lakukan Langkah Strategis Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Polres Metro Jakbar Bongkar Sindikat Produksi dan Perdagangan Oli Palsu di Kembangan
Viral Minta “Uang Jalur” Rp 300 Ribu, Pelaku Dibekuk Tim Reskrim Polsek Tambora, Polisi : Uangnya Digunakan Beli Sabu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:05 WIB

Mendagri Terbitkan SE Penggunaan Bantuan Keuangan dan Pergeseran Anggaran Pada Daerah Bencana

Kamis, 27 November 2025 - 17:08 WIB

Wamendagri Bima Dorong Para Pemimpin Daerah Bangun Ekosistem Layanan Publik

Selasa, 25 November 2025 - 16:16 WIB

Rapat Bersama DPR, Kemendagri Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Program Strategis Nasional

Kamis, 20 November 2025 - 16:44 WIB

Mendagri dan Mensos Bahas Integrasi Layanan Puskesos Dengan Posyandu

Kamis, 20 November 2025 - 05:21 WIB

Inflasi Tercatat 2,86 Persen, Wamendagri Bima Arya Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Lakukan Pengendalian

Berita Terbaru