Sukaraja, internewstoday.com – Kegiatan Pembangunan saluran air (drainase) di wilayah Kp Warnasari RT 02 RW 09, Kelurahan Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor diduga asal pasalnya setelah selesai pembangunan bukan lebih baik malah membuat dampak hal yang buruk dari seblumnya, hingga menimbulkan genangan air ketika hujan dan menimbulkan kerusakan pada drainase yang belum lama dikerjakan.
Sebelumnya pembangunan saluran air (drainase) tersebut bersumber dan mengunakan anggaran desa “Dana Desa (DD) berdasarkan papan kegiatan pada tahun 2023 dengan volume 32 M x 0 70 x 1 M dengan Nilai 40.000.000,- Dengan maksimal dalam pekerjaan 12 hari
Namun ketika usai pembagunan warga sekitar pun mengeluhkan kondisi Drainase yang saat ini memperihatinkan, ada beberapa saluran drainase yang rusak dan jebol karna tidak bisa menahan debit air hingga batas pinggir rumah. warga sangat takut labat Laun akan terkikis dengan derasnya air hujan mengingat curah hujan akan masuk pada bulan berikutnya, ucap f kepada wartawan, Rabu (10/01/2024).
Di sisi lain sebut saja (H) salah satu seorang warga yang terkena dampaknya mengatakan, bahwa proyek drainase ini kesannya asal jadi tidak melihat dampak kedepan, ia pun menurutnya sudah disampaikan ke pengawas proyek terkait model Drainase yang tidak langsung nyambung ke Pembuangan dari warga saat ditemui dilokasi, Minggu (06/01/2024).
“Saya sudah minta pengawas proyek untuk melaksanakan sesuai rencana awal Dranase, kalau tidak ini bisa menimbulkan masalah baru, karna jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”, ujarnya.
“Saya atas nama warga minta Drainase ini cepat dibetulkan jangan sampai menimbulkan masalah baru”..
“Sebelumya saya sudah bertanya kepada pihak desa, kapan ini mau diperbaiki. bahkan warga tampaknya turun tangan untuk membersihkan dan membetulkan drenase”, tandasnya.

Sampai berita ini diterbitkan warga masih menunggu pihak desa memberikan informasi selanjutnya untuk kapan memperbaikin Drainase yang sekarang kondisinya memperihatinkan.
Disisi lain pihak pemdes hingga kini belum dapat memberikan keterangan adanya keluhan warga tersebut. (hdr).











Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.