Bogor, Internewstoday.com – Buruh bangunan inisial DN asal Desa Banggi, Kecamatan Kali ORI Kab. Rembang Jawa Tengah diduga menggasak peralatan proyek milik mandornya sebelumnya DN telah hobi bermain judi online/slot berujun.
Pada awalnya menurut SB selaku penerima pekerjaan, DN menjelang lebaran kurang satu Minggu setelah mendpatkan upah kerja atau gaji terakhirnya, Ia sebelumnya mengaku tidak akan pulang kampung. namun saat mendpatkan gaji terahir sebesar dua juta pada malam hari DN langsung bermain judi online semalaman atas apa yang dalam pikirannya DN diduga telah menggondol perlatan proyek masjid yang sedang DN ikutin pekerjanya, Pada Rabu, (17/04/2023).
Saat temanya Suprapto yang akrab di panggil gendut dan sukron mengetahui peralatan proyeknya sudah hilang dan langsung memberi kabar kepada mandornya, bos perlatan ilang bersih di bawa kabur sama DN perginya ngojek Sama orang yang di atas, ungkapnya.
Bukan hanya menggondol perlatan proyek pembangunan mesjid yang berada di Kp. Tapos 1 RT 03/06 Kelurahan Tapos 1 Kecamatan Tenjo Laya Kab. Bogor namun tak hanya peralatan proyek saja, bahkan ada informasi bahwa warga ada pula yang tertipu dengan cara meminjam uangnya dengan mengadaikan hp iPhone teman kerjanya dan seorang tukang pulsa pun ikut menjadi korban.
saat mandornya mendpatkan laporan dari teman lain mandorpun langsung mengejarnya namun pengejaran tersebut tidak membuahkan hasil mandor pun ber- gegas ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadinya.
Ia pun langsung menuju ke kantor Polsek ciampea dan di terima langsung oleh petugas dengan nomor: 213/STPL/IV/2023/SEKTOR CIAMPEA/POLRES BOGOR/POLDA Jawa barat.
Menurut pemilik peralatan proyek ataupun korban dengan kerugian di perkirakan mencampai 15 juta, belum lagi warga sekitar yang merasa di tipu, ucap SB kepada media Internewstoday.com Pada Minggu (30/04/2023).
Saat si mandor mendapatkan no TLP keluarganya DN ia langsung mengunjungi keluarganya dan menanyakan DN sudah sampai kampung belum. Namun pihak keluarga mengatakan, DN sdh lama tidak pulang kampung karena ada maslah di kampung dengan ucap maling kambing, ucap keluarga DN kepada mandor.
Namun saat mengetahui perbuatanya tersebar di MEDIASOSIAL maupun di WA GROUP. DN di duga menyuruh oknum aparat yang akan meminta ke korban agar beritanya di hapus dengan menjanjikan hasil curiannya akan di kembalikan, ungkapnya.
Hingga berita ini di turunkan pihak Polsek Ciampea masih mendalami motif pencurian tersebut. (hdr).










