Jakarta, Internewstoday.com – Lalu lintas di Jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara tepat di depan Jakarta Islamic Centre (JIC) tersendat oleh adanya para pedagang kaki lima (PKL) yang sedang membuka lapak dagangannya.
Pantauan Media para pedagang sudah mulai membuka lapaknya sejak pukuk 16.00 WIB. Lapak itu mereka gelar di sepanjang trotoar tepat depan JIC. Dagangan milik para pedagang dibiarkan di berjejer pada bahu jalan, saat pemilik lapak sedang membangun lapaknya yang terbuat dari kayu dan bambu.
Aktivitas tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan, Sebagian pengguna jalan mengaku merasa tidak nyaman dengan keberadaan PKL tersebut. Semrawutan itu semakin parah ketika para pembeli memarkirkan kendaraan di badan jalan. Tidak jarang pengguna kendaraan bermotor juga melambatkan lajunya hanya untuk melongok dagangan yang dijajakan.
Para pejalan kaki pun tidak bisa menggunakan hak mereka karena para PKL menggelar dagangan di trotoar. Belum lagi ulah angkot yang menurunkan dan menaikkan penumpang seenaknya.
Rudi (24) salah satu pengendara motor yang sering melewati jalan tersebut mengaku sangat terganggu dengan keberadaan PKL tersebut. Pasalnya setiap ia hendak cek kesehatan di Rumah Sakit Pelabuhan yang berada di samping JIC tersebut, dirinya harus berhadapan dengan padatnya lalu lintas PKL Depan Islamic Centre Timbulkan Kemacetan, ucap Rudi kepada wartawan, Pada Minggu (12/03/2023).
Pantauan di lapangan para PKL yang ada di Jalan Raya tersebut rata-rata menjual makanan dan minuman ringan. “para pedagang yang jelas sangat mengganggu ketertiban umum dan keindahan kota.
Selain itu juga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas. Warga berharap Bapak PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan jajarannya untuk menertibkan pedagang kaki lima yang ada di wilayah Jakarta Utara menjadi ungu dan semrawut membuat kemacetan apalagi untuk ber jalan saja sulit padahal ada hak untuk pejalan kaki loh. (Red/TIM).










