FAKTA RI Desak Istana Klarifikasi Koperasi Berkedok Relawan Jokowi di NTB

- Jurnalis

Rabu, 26 Januari 2022 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Barat, Internewstoday.com -Forum Analisis Kebijakan untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI) mendesak pihak Istana untuk melakukan investigasi dan klarifikasi langsung ke NTB, menyusul polemik Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani, yang mengatas namakan relawan Presiden Jokowi Dodo.

“Ada koperasi menjanjikan program yang diduga fiktif lantas mengatas namakan bantuan Presiden Jokowi Dodo. Sekitar 24.000 warga NTB direkrut dan di imingi bantuan tiga ekor sapi dan uang Rp 100 juta. Ini meresahkan warga NTB,” kata ketua FAKTA RI NTB, Muhanan, SH kepada Pers, Rabu hari ini.

Dengan aktifitas koperasi ini yang begitu masif hampir diseluruh kabupaten kota, menurut Muhanan, justru bisa memicu profokasi dan rusaknya citra istana. Bantuan mengatas namakan Presiden membuat nama baik Presiden tercoreng.

Baca Juga :  Upaya Percepatan Penanganan Covid -19 Kodim 1628/SB Terus Bersinergi Dengan Stakeholder Di Sumbawa Barat 

Muhanan menegaskan, Istana sebaiknya segera memerintahkan Kapolri melalui Polda NTB dan Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki melakukan cek dan penegakkan hukum atas dugaan penipuan puluhan ribu warga di NTB yang terlah terlanjur terdaftar atas nama KSU Rinjani.

“Pak Jokowi sebaiknya langsung memerintahkan steakholder dibawah untuk menangani masalah KSU Rinjani ini. Kita tidak ingin masalah ini terus menjadi liar yang berujung fitnah terhadap presiden Jokowi dan pemerintah di NTB,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah beredar vedeo wawancara Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. Teten terlihat memberi keterangan kepada wartawan seputar investigasi pihaknya atas sejumlah koperasi yang gagal dan bermasalah, termasuk di NTB.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar SMP Ikuti Sosialiasi SMA Pradita Dirgantara Di Lanud Iswahjudi

Teten dalam vedeo tersebut menegaskan kembali tidak adanya program PEN yang diluncurkan pemerintah Jokowi berupa tiga ekor sapi dan uang Rp 100 juta dengan tanpa jaminan. Yang ada menurut Teten, subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 3 persen sampai Juni 2022. Serta hibah modal UMKM.

Sebelumnya, KSU Rinjani mengedarkan blanko syarat pendapatan program PEN dari Presiden Jokowi Dodo. KSU ini bahkan menerangkan Bank BRI terlibat dalam penyaluran program tersebut. (Amr).

Berita Terkait

Kepala  BNN RI Gelar Audensi  Dengan MENPAN RB Penguatan Program P4GN
Jaringgan Internasional Dewi Astutik Berhasil Di Bekuk BNN – BAIS TNI Di Kamboja
Gubernur NTB; Pendapatan Daerah dan Pelestarian Lingkungan Harus Sejalan
Jelang Operasi Lilin 2025, Kapolda Jabar Pastikan Kesipan Jalur di Wilayah Polres Ciamis
Gelar Apel Pasukan dan Simulasi Darurat Bencana, Wakil Bupati Tegaskan Pentingnya Koordinasi 
Mendagri Tegaskan Komitmen Pemerintah Perhatikan Titik Daerah Perbatasan 
Hari Adat Internasional Ke 39 Tahun, Padepokan Kawargian Abah Alam Berperna Aktif Mensosialisasikan Budaya Adat Pusaka Kujang
Makmur Hidayat dan Nurhanisda, Pasangan Kelahiran Krui Pesibar Ini Terharu: Dua Putranya ‘Bergilir’ Jadi Perwira Remaja TNI
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 08:56 WIB

Kepala  BNN RI Gelar Audensi  Dengan MENPAN RB Penguatan Program P4GN

Kamis, 4 Desember 2025 - 06:43 WIB

Jaringgan Internasional Dewi Astutik Berhasil Di Bekuk BNN – BAIS TNI Di Kamboja

Kamis, 27 November 2025 - 13:24 WIB

Gubernur NTB; Pendapatan Daerah dan Pelestarian Lingkungan Harus Sejalan

Jumat, 21 November 2025 - 13:49 WIB

Jelang Operasi Lilin 2025, Kapolda Jabar Pastikan Kesipan Jalur di Wilayah Polres Ciamis

Jumat, 21 November 2025 - 09:12 WIB

Gelar Apel Pasukan dan Simulasi Darurat Bencana, Wakil Bupati Tegaskan Pentingnya Koordinasi 

Berita Terbaru