Ketum Partai Nusantara Ajak DPD, DPC Dan DPAC Mari Berpolitik “Politik Itu Mulia

- Jurnalis

Senin, 1 November 2021 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEPRI, internewstoday.com – Sepanjang sepekan penuh, isu tentang calon presiden 2024 juga terus menghiasi ruang diskusi politik. Ini adalah tantangan sekaligus pekerjaan rumah para partai untuk meyakinkan publik akan pentingnya partai politik yang kuat, sehat dan disukai publik karena endurance energi politik para kadernya yang mumpuni.

Partai Politik (parpol) adalah lembaga dan pilar penting untuk memastikan ritual bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terjadi secara demokratis. Pemerintahan berjalan dan terus bekerja berkesinambungan lewat partai politik yang sehat, kuat dan berenergi yang melekat dengan rakyat.

Rakyat sendiri adalah sang pengadil karena rakyatlah yang menentukan apakah parpol itu yang jadi pilihannya atau tidak. Singkatnya rakyatlah pemilik kedaulatan bernegara lewat suara yang akan dijatuhkannya untuk pilihannya. Bila ia suka dipilih, sebaliknya bila tidak suka tidak dipilih.

Dr.Suriyanto.SH.MH.MKn Ketua Umum Partai Nusantara mengatakan, “Epicentrum politik ada di tangan rakyat. Itulah mengapa disebut kedaulatan rakyat. Tetapi, tidak ada manfaatnya suara rakyat itu jika tidak ada parpol untuk dipilih. Rakyat dan parpol satu kesatuan seperti dua sisi mata uang saling melengkapi,” tutur Dr. Suriyanto SH.MH.MKn kepada Wartawan Pada Senin (32/11/2021) di Batam.

Untuk itu Ketua Umum Partai Nusantara menghimbau kepada para Ketua DPD, DPC, DPAC beserta para pengurus harian untuk terus belajar mendalami ilmu politik dan ketatanegara,agar bisa menjadi kader-kader partai yang berkualitas, hal tersebut yang menjadi program utama Partai Nusantara didalam internal Partai nya.

Dr. Suriyanto juga meminta kepada seluruh kader disemua tingkatan diselindo DPD, untuk bisa bersama sama dengan parpol parpol yang ada untuk dapat saling menghormati dan dapat bekerja sama baik dalam tujuan yang sama untuk membangun bangsa dan negara.

Ketua Umum Partai Nusantara mengungkapkan, “Sesungguhnya politik itu hal yang mulia. Maka mari kita berpolitiklah, untuk memastikan ritual bermasyarakat yang kokoh dan bersatu dalam bingkai NKRI yang tetap terjaga dengan baik, “papar Dr. Suriyanto SH.MH.Mkn disela sela temu ramah para kader baru di Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Baca Juga :  DPRD Bogor Ferry Roveo, Sebelum Ijin Keluar Pastinya Ada Regulasi, Kajian Dan Tehknis

Tentu pikiran ini tak boleh disalahkan. Kerja puncak dan final sebagai parpol masa depan, kalau diumpakan dengan kompetisi sepakbola, memang terjadi saat memastikan siapa para kandidat yang disiapkan parpol untuk dipilih rakyat, baik calon presiden, kepala daerah maupun anggota legislatif.

Dr. Suriyanto.SH.MH.MKn Ketua Umum Partai Nusantara menegaskan, “Dalam menyelenggarakan pemerintahan tidak ada satupun Negara yang tidak menggunakan Partai Politik yang didukung dengan sistim politik suatu Negara, yang tidak akan dapat dilepaskan dari system dan bentuk pemerintahan yang dianut oleh Negara tersebut, karena untuk menentukan bentuk dan susunan pemerintahan dalam suatu Negara yang merupakan cerminan suatu Negara adalah sistim politik yang baik, benar, beretika, bermoral dan bermartabat didalam Negara yang bersumber dari partai politik yang ada,” ujarnya.

Partai politik pada saat sekarang ini merupakan kendaraan seseorang kalau berminat menjadi salah satu penyelenggara pemerintah, apakah fungsinya sebagai eksekutif maupun legislative.

Kalau dilihat sejarah, manusia mengenal partai politik sudah ada sejak saat era sepeninggal Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu, karena Nabi selain sebagai Rasul juga berhasil mendirikan pemerintahan Islam di Saudi Arabia yang terbagi atas 3 (tiga) golongan, yaitu : pertama, Partai Bangsawan Quraisy Makkah (sebagai kelompok pendatang). Kedua, partai Yahudi (kelompok minoritas). Ketiga, partai Bangsawan Madina (kelompok pribumi).

Dr.Suriyanto juga memaparkan,”
Masyarakat Indonesia pada umumnya sejak kemerdekaan sudah tidak asing lagi mendengar atau melihat lembaga-lembaga partai politik, apalagi sejak era otonomi daerah kita sering menjumpai di daerah-daerah bahkan sampai pelosok adanya partai-partai politik, kaerena sejak era otonomi daerah partai politik sudah banyak, mulai dari partai besar sampai partai kecil ditambah lagi ditandai dengan adanya symbol atau baliho parpol yang dipasang mulai dari gedung tinggi, rumah-rumah, jalan dan pohon-pohon kayu yang pada umumnya yang ada keramaian,” pungkas Ketua Umum Partai Nusantara.

Baca Juga :  Usai Hujan Deras Pohon Beringin 8 Meter Tumbang Di Kemang Kabupaten Bogor

Memang secara teori partai politik pertamanya lahir di Negara-negara Eropa Barat, yang diakibatkan dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan factor yang perlu diperhitungkan serta keiikutsertaan dalam proses politik, maka itulah banyak pada saat sekarang ini partai politik lahir secara spontan dan berkembang penghubung antara rakyat dengan pemerintah, artinya partai politik menjadi perpanjangan tangan rakyat untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah.

Dr.Suriyanto.SH.MH.MKn menambahkan,”
Secara harfiah, politik dalam bahasa Arabnya disebut “siyasyah” yang artinya siasat dan dalam bahasa Inggrisnya “Politics”. Politik memang artinya strategi, cerdik dan bijaksana yang dalam kehidupan sehari-hari mengartikan sebagai suatu cara untuk melakukan sesuatu didalam mencapai tujuan.

Melihat pengertian ini, sebenarnya setiap manusia sudah berpolitik, apakah seorang pedagang, yang mempunyai pola pikir bagaiman dagangannya bisa laku dan mempunyai untung yang besar, tentu yang dipakai adalah siasat, kemudian seorang sopir, mempunyai pemikiran bagaimana supaya dapat cepat sampai ditujuan dengan waktu yang cepat pula dan lain sebagainya,” ucapnya.

Asal mula kata politik itu sendiri berasal dari kata “polis” yang berarti Negara kota, dengan politik berarti ada hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama, dalam hubungan itu timbul akan timbul aturan-aturan dan akhirnya adalah apa yang disebut dengan kekuasaan.

Kemudian kalau kita kaitkan dengan partai politik, adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya dengan cara konstitusional) untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. (MTH/R.BAMBANG.SS).

Berita Terkait

Kepala  BNN RI Gelar Audensi  Dengan MENPAN RB Penguatan Program P4GN
Jaringgan Internasional Dewi Astutik Berhasil Di Bekuk BNN – BAIS TNI Di Kamboja
Gubernur NTB; Pendapatan Daerah dan Pelestarian Lingkungan Harus Sejalan
Jelang Operasi Lilin 2025, Kapolda Jabar Pastikan Kesipan Jalur di Wilayah Polres Ciamis
Gelar Apel Pasukan dan Simulasi Darurat Bencana, Wakil Bupati Tegaskan Pentingnya Koordinasi 
Mendagri Tegaskan Komitmen Pemerintah Perhatikan Titik Daerah Perbatasan 
Hari Adat Internasional Ke 39 Tahun, Padepokan Kawargian Abah Alam Berperna Aktif Mensosialisasikan Budaya Adat Pusaka Kujang
Makmur Hidayat dan Nurhanisda, Pasangan Kelahiran Krui Pesibar Ini Terharu: Dua Putranya ‘Bergilir’ Jadi Perwira Remaja TNI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 08:56 WIB

Kepala  BNN RI Gelar Audensi  Dengan MENPAN RB Penguatan Program P4GN

Kamis, 4 Desember 2025 - 06:43 WIB

Jaringgan Internasional Dewi Astutik Berhasil Di Bekuk BNN – BAIS TNI Di Kamboja

Kamis, 27 November 2025 - 13:24 WIB

Gubernur NTB; Pendapatan Daerah dan Pelestarian Lingkungan Harus Sejalan

Jumat, 21 November 2025 - 13:49 WIB

Jelang Operasi Lilin 2025, Kapolda Jabar Pastikan Kesipan Jalur di Wilayah Polres Ciamis

Jumat, 21 November 2025 - 09:12 WIB

Gelar Apel Pasukan dan Simulasi Darurat Bencana, Wakil Bupati Tegaskan Pentingnya Koordinasi 

Berita Terbaru