Gunung Putri, internewstoday.com – Seorang ayah menjadi tulang punggung keluarga demi anak dan istri tercinta. Bapak Alik berusia (60) thn memiliki keluarga dengan ekonomi rendah, mempunyai istri (Mirawati) 56 thn dan Arti (anak tunggal) 14 thn yang tinggal di Kp. Cikuda Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/02/2025).
Dengan mengandalkan profesi sebagai pemulung untuk mencari barang-barang bekas. Bahkan dia bercerita walau ada saja yang menghina dan ejekan bahkan tuduhan hasil yang ia dapatkan. Padahal barang tak terpakai ia ambil dari bak sampah dan di jalan. Demi bertahan hidup dengan mengandalkan grobak yang di pinjamkan oleh pemilik rongsokan demi mendapatkan uang sehari-harinya.
Sebelum nya pada tahun 2004 beliau sudah tinggal di gunung putri, bogor. Beliau tinggal di rumah kontrakan dengan kamar mandi bersama-sama pengontrak lainnya. Biaya kontrakan sebesar 300 rb/bulan dengan bangunan kayu dan atapnya seng. Bapak 1 anak ini berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan biaya tempat tinggalnya.
Semenjak tahun 2021 istrinya jatuh sakit hingga kini, istri bapak alik belum juga sembuh karena menurut hasil dokter bahwa ibu menderita penyakit Glokoma pada kedua matanya, semenjak waktu itu pula perjalan pengobatan terhenti serta anaknya pun ikut putus sekolah karena biaya. Saya pasrah, bingung harus mengeluh kemana sedangkan sanak saudara sama seperti dia dengan ekonomi, ucap pak alik.

Belum lagi kondisi pak alik sering mengeluhkan sakit di kaki dan pinggang setiap hari Ia berjalan. mulai subuh jam 05.00 pagi hingga siang jalan demi jalan di lalui oleh beliau, demi menghasilkan walaupun sedikit untuk kebutuhan rumah, Ya bisamilah saja pak walau kondisi saya seperti ini walaupun sedikit saya masih tetap harus berusaha untuk memberikan nafkah anak dan istri saya pak, ucap alik
Mulai subuh pada jam 05.00 pagi pak alik sudah terbangun dan bergegas pergi berjalan menuju jalan yang ia lalui berharap mendapatkan hasil rongsokannya yang lumayan bayak untuk di timbang, pencarian di lakukan mulai dari tempat sampah hingga barang-barang yang di buang oleh warga sekitar. Kemudian pada siang hari beliau menuju tempat timbangan hari ini pak alik mendapatkan besi bekas dari orang untuk di timbang namun dari hasil timbang hanya mendapatkan 55 rb, “Ya bisamilah saja pak” walau kondisi saya seperti ini walaupun mendapatkan rezeki sedikit saya masih tetap bersyukur dan harus tetap berusaha untuk memberikan nafkah anak dan istri saya pak, ucap alik
Menurut Ketenangan Ketua Rt 031/14, Muhamad Saleh memang kami sangat prihatin melihat kondisi keluarga pak alik, sampai saya dan pak kadus membantu pengobatan istrinya namaun data pak alik baru ingin di pindahkan ke wilayah Bogor insa Alloh kedepan nya saya selalu ketua rt akan berkordinasi ke tingkat rw, kadus dan desa untuk selanjutnya.
Bapak alik berharap ada orang-orang baik yang dapat membantu keluarga kami, agar istri saya yang sedang sakit pada mata nya dapat sembuh kembali serta biaya tunggakan sekolah anak yang kini sudah tidak sekolah lagi karena tak mampu untuk biaya sekolah. (Hdr).











Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.