Maraknya PKL di wilayah Jakut Penataan Kota Menjadi Lemah

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, internewstoday.com – Keberadaan para lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah akses jalan Raya pegangsan dua di Jakarta Utara berdampak keindahan dan pemicu terjadinya para gubuk PKL di wilayah tersebut.

Terlihat para PKL dibeberapa wilayah di Kota Jakarta Utara semakin marak, dan semakin semerawut bahkan kurang tertib, pada hal dimasa-masa sedang melakukan upaya penertiban di wilayah.

Yang paling disayangkan adalah “Tidak terlihat ada Pengawasan dan Penertiban dari Instansi Terkait”, dari hasil pemantauan Media dibeberapa wilayah seolah olah Aparat kurang peduli lagi untuk tugasnya.

Terhadap pengawasan teradap parah PKL atau memang sudah lelah, hal ini menjadi perhatian dari beberapa pengunjung PKL yang masih mengeluhkan kondisi seperti ini.

Seperti terlihat di jalan Raya kompi udin pegangsan dua kelapa gading di jalan raya kompi udin pegangsan dua .Pembiaran ini justru dimanfaatkan PKL-PKL untuk berdiri.

Baca Juga :  BPSDM Kemendagri Bekali Kasatpol PP Dukung Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan dagangannya di Jalan raya kompi udin pegangsan dua Kelurahan pegangsan dua Kecamatan kelapa gading Jakarta Utara warga mengingat PKL itu membuat kumuh dan bisa menimbulkan serta dapat membuat gubuk liar.

Maraknya Para PKL itu selain melanggar Perda No 8 Tahun 2007, tentang Ketertiban Umum juga membuat kemacetan dan kumuh, setidaknya ada PKL di jalan raya kompi udin pegangsan dua.

Pantauan di lapangan para PKL yang ada di jalan tersebut rata-rata menjual makanan dan minuman ringan. “Para pedagang yang jelas sangat mengganggu ketertiban umum dan keindahan kota, Rabu (10/02024).

Baca Juga :  Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, Hasil Operasi Juni-Agustus 2023 Ribuan Kendaraan Dikenakan Sangsi Tilang

Selain itu juga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas. Warga minta Bapak PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan jajarannya untuk Menertibkan pedagang kaki lima.

Yang ada di wilayah budi Mulya pedemangan barat di Jakarta Utara menjadi ungu dan semrawut membuat kemacetan jangan duduk manis di belakang meja aja.”PKL Semrawut Ketua Dewan kota jakut sidik mempertanyakan kinerja Lurah dan Pol PP wilayah..?

Ketua Dewan kota Jakut menyayangkan Kinerja Pol PP Camat dan Lurah yang membiarkan maraknya PKL di Sudut jalan dan Trotoar Menjamurnya PKL di Jakarta Utara Priok KOJA, pademangan Menimbulkan kesan kota yang Semakin kumuh.

Jauh dari keindahan sudut-sudut jalan dan menggunakan trotoar Untuk aktifitas berdagang. (Red/Tim).

Berita Terkait

Mendagri Terbitkan SE Penggunaan Bantuan Keuangan dan Pergeseran Anggaran Pada Daerah Bencana
Wamendagri Bima Dorong Para Pemimpin Daerah Bangun Ekosistem Layanan Publik
Rapat Bersama DPR, Kemendagri Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Program Strategis Nasional
Mendagri dan Mensos Bahas Integrasi Layanan Puskesos Dengan Posyandu
Inflasi Tercatat 2,86 Persen, Wamendagri Bima Arya Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Lakukan Pengendalian
Mendagri Minta Kepala Daerah Lakukan Langkah Strategis Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Polres Metro Jakbar Bongkar Sindikat Produksi dan Perdagangan Oli Palsu di Kembangan
Viral Minta “Uang Jalur” Rp 300 Ribu, Pelaku Dibekuk Tim Reskrim Polsek Tambora, Polisi : Uangnya Digunakan Beli Sabu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:05 WIB

Mendagri Terbitkan SE Penggunaan Bantuan Keuangan dan Pergeseran Anggaran Pada Daerah Bencana

Kamis, 27 November 2025 - 17:08 WIB

Wamendagri Bima Dorong Para Pemimpin Daerah Bangun Ekosistem Layanan Publik

Selasa, 25 November 2025 - 16:16 WIB

Rapat Bersama DPR, Kemendagri Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Program Strategis Nasional

Kamis, 20 November 2025 - 16:44 WIB

Mendagri dan Mensos Bahas Integrasi Layanan Puskesos Dengan Posyandu

Kamis, 20 November 2025 - 05:21 WIB

Inflasi Tercatat 2,86 Persen, Wamendagri Bima Arya Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Lakukan Pengendalian

Berita Terbaru