Kab. Bogor, internewstoday.com – Belum lama ini Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor secara terbuka menolak adanya kegiatan wisuda yang terjadi baik tingkat TK, SD hingga SMP. Pihaknya menilai jika kegiatan tersebit dinilai tidak ada aturannya, dan hanya merupakan kebijakan dari sekolah masing-masing.
Dalam pemberitaan yang ramai di Media Cetak dan Online, secara tegas Kadisdik Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah melarang dan tidak memperbolehkan kegiatan wisuda ini digelar, apalagi sampai memungut biaya yang dinilai membebankan orang tua murid.
Namun di wilayah Kecamatan Babakan Madang, beberapa sekolah di tingkat SD pun tetap menggelar kegiatan tersebut. Salah satunya di SDN Karang Tengah 1 Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang.
Pihak K3S Kecamatan Babakan Madang, dalam hal ini Harun selaku Ketua belum bisa memberikan keterangannya terkait persoalan ini, dan memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan melalui sakbung seularnya.
Tokoh masyarakat Desa Karang Tengah Yadi Nuryadin saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya kegiatan wisuda atau samen tingkat SD di wilayahnya, hanya menyarankan jika alangkah baiknya kegiatan dilakukan dengan lebih mendidik anak.
“Kalau saran saya, lebih baiknya itu kegiatan yang mendidik anak. Contohnya prestasi anak disekolah tersebut apa, nantinya bisa ditunjukkan dalam kegiatan tersebut,” ujarnya, Pada Rabu (21/06/2023).
Dia mengaku, yang dipentaskan dalam kegiatan tersebut mayoritas hanya pentas tari, dan nyanyi. Padahal menurutnya, selama sekolah itu, anak didik itu belajar apa.
Selain itu, kaitan budaya sawer menyawer, tidak seharusnya orang tua sawer menyawer uang diatas panggung pentas seni, karena budaya nyawer itu terkesan seperti biduan.
“Kadang MC atau guru yang jadi MC suka jadi provokator orangtua murid lainnya supaya juga nyawer, akhirnya orangtua lainnya terpancing nyawer,” katanya
Senada, Sabilillah yang mengaku akan maju sebagai Bacaleg Dapil 2 dari Partai Ummat, mengatakan terkait kegiatan pentas seni di sekolah, jika pihak Kepala Dinas Pendidikan dinilai tidak bisa menghentikannya.
Sebab kegiatan itu sudah terlanjur menjadi budaya sekolah tertentu pada akhir tahun ajaran atas keinginan rapat komite sekolah yang di amini pihak sekolah dan diketahui K3S.
“Meski Kadisdik menolak, tapi pihak K3S Kecamatan Babakan Madang tak bisa membendung kegiatan tersebut yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” ucapnya.
Sebagai informasi, maraknya prosesi wisuda kelulusan bagi siswa mulai dari tingkatan PAUD hingga SMA/SMK yang saat ini banyak terjadi di berbagai daerah.
Nyatanya, banyak juga dikeluhkan oleh kalangan masyarakat khususnya orangtua siswa, yang merasa jika kegiatan wisuda anak-anak mereka justru menjadi beban tersendiri hingga melayangkan surat protes ke Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi ‘Kemendikbud Ristek. (hdr).










