Bogor, Internewstoday.com – Kepala sekolah adalah pemimpin dan pengayom serta contoh yang baik untuk rekan kerja atau dewan guru, Namun tidak demikian yang terjadi di SDN Curug Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Bogor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber bahwa kepala sekolah tidak di tempat atau jarang masuk kantor (sekolah).
Untuk mengklarifikasi Informasi hal tersebut, Pada Rabu, (17/11/2021) saat akan diminta klarifikasinya kepala sekolah tidak ada ditempat, menurut beberapa dewan guru, kepala sekolah sedang berduka karena ada orang tua salah satu guru ada yang meninggal dunia. Namun sangat disayangkan penerimaan dewan guru yang ada dalam ruang guru ini kurang bersahabat, Sehingga memicu kesalahan pahaman.
Sangat disayangkan salah satu guru mencampur adukkan tugasnya sebagai guru dengan statusnya sebagai istri yang diduga oknum anggota TNI. Dan yang sangat disesalkan lagi tanpa basa-basi mengeluarkan kata-kata menghardik,” wartawan apa itu, laporkan saja ke polisi mau meras itu..!!! melalui telepon (video Call), ujar roni saat menyampaikan kepada awak media.
Sementara itu Kepala sekolah Hj. Neneng saat akan dikonfirmasi via WhatsApp terkait hal ini mengaku berada di Kantor Taspen. “Saya sedang anter guru ke kantor Taspen bapaknya meninggal,” katanya.
Disisi lain Irwansyah selaku wakil ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cibinong sangat menyayangkan hal itu terjadi.
Apa urusannya suaminya ikut ngomong, itu tidak ada sangkut pautnya, guru itu urusannya disekolah, jangan sertakan suami, kecuali diluar kerja dan bukan di sekolah,” ucapnya. (hdr).










